Musik Mozart, Aman untuk Telinga...

Rabu, 28 April 2010
Diposting oleh Inspirasi

Musik gubahan sang maestro Mozart dinilai aman bagi pendengaran manusia. Musik Mozart biasa digunakan dalam terapi pendengaran karena frekuensinya dinilai cocok untuk telinga manusia.

Begitulah yang dikatakan maestro musik kontemporer asal Surabaya, Slamet Abdul Sjukur, seusai menghadiri Rapat Kerja Mengatasi Polusi Kebisingan di Wisma PGI, Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat, Sabtu (23/1/2010).

"Kontrasnya antara lemah dan keras sekali itu tidak berbahaya. (Musik Mozart) itu memberikan rangsangan pada pikiran," ujar Slamet.

Selain musik Mozart, menurut Slamet, gamelan jawa juga aman bagi pendengaran manusia. Adapun musik-musik aliran keras, seperti rock, jika didengarkan dalam volume berlebihan dapat mengganggu fungsi alat pendengaran.

Slamet melanjutkan, berdasarkan pengalamannya sebagai seorang musisi, banyak di antara pemusik rock yang mengalami gangguan pendengaran. "Pemain perkusi saja sekarang pakai tutup telinga karena nggak kuat," ujar Slamet.

Ketika ditanya pemusik rock mana yang mengeluhkan gangguan pendengaran kepadanya, Slamet menjawab, "Slank. Mangkanya mereka (Slank) membantu kita."

Slamet dan rekan-rekan pemusik serta ilmuan lainnya mendirikan komunitas Masyarakat Bebas Bising yang memiliki misi mengurangi angka gangguan pendengaran yang bisa dicegah hingga 50 persen pada 2015 dan menurun 90 persen pada 2030.

Jangan Lakukan Saat Tidur

Kamis, 22 April 2010
Diposting oleh Inspirasi

Ada beberapa benda yang sebaiknya Anda lepas saat akan tidur. Apa sajakah itu?

1. Memakai arloji
Jam tangan dapat memancarkan radioaktif dalam kadar tertentu. Meskipun tergolong kecil, jika Anda memakai arloji sambil tidur dalam waktu lama, bisa saja ini menimbulkan efek buruk bagi kesehatan.

2. Mengenakan BH
Menurut penemuan para ilmuwan di Amerika, memakai BH (bustehouder) atau bra lebih dari 12 jam sehiri, memilik risiko lebih besar untuk terkena kanker payudara. So, lepaskanlah.

3. Memakai riasan
Bila sering tertidur selagi menggunakan make-up bisa mengalami masalah kulit. Ini karena kulit kesulitan bernapas dan mengeluarkan keringat. Jadi, bebaskan kulit Anda agar selalu cantik.

4. Membawa ponsel
Menaruh telepon selular di dekat tempat tidur, apalagi di sisi bantal, sangat tidak dianjurkan. Banyak dari kita memanfaatkan alarm dalam ponsel untuk bisa bangun pagi, tapi letakkan sejauh mungkin.

Para ilmuwan menemukan bahwa perangkat elektrik, termasuk handphone dan televisi, memancarkan gelombang magnetik ketika digunakan. Gelombang ini dapat mengganggu sistem saraf kita. Itu sebabnya biarkan ponsel jauh dari kita di malam hari, atau matikan saja.

Obati Rematik dengan Bidara Laut

Kamis, 15 April 2010
Diposting oleh Inspirasi
Apakah anda tau dengan pohon yang satu uni? Apakah anda pernah mendengar nama Bisara laut? Saya sendiri baru kali ini saya akan keberadaan pohon dengan nama yang asing ini. Apapun nama pohon ini, dan bagaimanapun bentuknya yang paling penting adalah dia merupakan tanaman OBAT HERBAL yang memiliki khasiat untuk menyembuhkan beberapa penyakit.

Penyakit apa yang bisa disembuhkan oleh pohon bidara ini? Penyakit itu adalah rematik. Tentu anda pernah merasakan keluhan yang satu ini (khususnya yang sudah berumur). Anda bisa mempertimbangkan menggunakan OBAT TRADISIONAL berbahan bidara laut sebagai pengganti obat modern yang harganya lumayan mahal. Sebelum digunakan untuk obat, anda harus mengolahnya dulu seperti yang saya rincikan di bawah ini.

Rematik
Ramuan:
Kayu Bidara Laut 100 mg
Daun Jambu Mete muda 8 gram
Biji Seledri 2 gram
Air 100 ml

Cara pembuatan:
Dibuat infus.

Cara pemakaian:
Diminum sehari 1 kali, 100 ml.

Lama pengobatan:
Diulang selama 14 hari.

Semoga penyakit rematik yang anda derita cepat menghilang.

Sehat Berkat "Si Dogi" dan "Si Pus"

Diposting oleh Inspirasi

Kebanyakan pemilik hewan peliharaan mungkin akan menganggap hewan-hewan menggemaskan itu sebagai sahabat terbaik. Namun, selain membuat hidup lebih berwarna, hewan peliharaan juga bisa membuat manusia lebih sehat jiwa dan raga.

Tahukah Anda bahwa hewan peliharaan adalah pemicu hormon rasa senang dan rileks alamiah. Hanya dibutuhkan waktu 15-30 menit dengan mengamati polah tingkah anjing, kucing, atau ikan, rasa cemas dan stres kita dijamin berkurang.

Saat kita melakukan aktivitas menyenangkan bersama hewan-hewan kesayangan, dalam tubuh kita terjadi perubahan fisik yang berpengaruh pada perubahan mood. Kadar kortisol, si hormon stres, juga akan menurun. Sebaliknya, kadar hormon serotonin, yang berkaitan dengan rasa senang dan nyaman, meningkat.

Penelitian terhadap 240 suami-istri yang memiliki hewan peliharaan menunjukkan, para pemilik hewan memiliki kadar tekanan darah yang rendah dibanding pasangan tanpa hewan peliharaan. Studi lain menyebutkan, anak-anak yang menderita hipertensi tekanan darahnya akan turun saat mereka bercengkerama dengan anjing atau kucingnya.

Riset yang dilakukan selama 20 tahun menunjukkan, pemilik hewan peliharaan bisa terhindar dari risiko penyakit jantung. Orang yang tak berteman dengan hewan peliharaan memiliki risiko 40 persen lebih tinggi untuk terkena serangan jantung dibanding pemilik hewan.

Kaitan antara penyakit jantung dan hewan peliharaan mungkin bisa dijelaskan dari turunnya tekanan darah para penderita hipertensi. Selain itu, para pemilik anjing juga biasanya lebih aktif bergerak karena mereka sering mengajak anjingnya berjalan-jalan.

Berteman dengan hewan peliharaan juga disarankan oleh banyak terapis dan pakar psikologi untuk orang-orang yang hidupnya rentan depresi. Kehangatan dan persahabatan yang manis dengan anjing atau kucing peliharaan bisa membuat hidup lebih nyaman. Kegiatan mengurus dan bermain dengan hewan peliharaan juga akan membuat seseorang menghabiskan waktunya secara berkualitas.

Yang unik, para pakar menyatakan bahwa anak-anak yang tumbuh bersama hewan peliharaan lebih jarang terkena alergi. Keuntungan tersebut juga didapat oleh anak-anak yang hidup di peternakan yang memelihara berbagai hewan ternak. Bahkan, mereka juga memiliki sistem imunitas yang lebih tinggi dibanding anak seumurnya yang tidak memiliki hewan peliharaan.

Jangan Stres! Duduk dan Diamlah!

Kamis, 01 April 2010
Diposting oleh Inspirasi

Memang mustahil hidup tanpa stres. Namun bila stres melanda Anda tak perlu melarikan diri, bahkan sampai mengonsumsi obat-obatan penenang. Cukup luangkan waktu sejenak untuk melakukan meditasi.

Penelitian menunjukkan, meditasi yang dikombinasikan dengan terapi bicara, yang disebut dengan mindfulness meditation bisa melepaskan rasa stres, bahkan depresi.

"Depresi bisa menjebak orang pada pikiran-pikiran negatif, seperti 'saya tidak cukup baik', atau 'tak ada orang yang menyukai saya'. Hal ini bisa menyebabkan hilangnya rasa menghargai diri," kata Profesor Willem Kuyken dari the Mood Disorder Centre dari Exeter University, Inggris.

Meditasi akan membantu kita melihat pikiran-pikiran negatif sebagai sesuatu yang keliru. Pikiran kita juga akan dilatih untuk melihat stres sebagai sesuatu yang dapat diatasi. Dalam studinya, Kuyken dan timnya menemukan bahwa meditasi sama efektifnya dengan penggunaan obat anti depresan dalam jangka panjang.

Meditasi yang dilakukan tidak harus dengan duduk bersila dalam ruangan atau waktu khusus. Kuyken mengatakan dengan menutup mata sejenak, memfokuskan pikiran dan melepaskan ketegangan juga bisa dipakai sebagai bentuk meditasi.

Anda juga boleh menyugesti diri sendiri saat bermeditasi. Tanamkan dalam hati nilai-nilai positif tentang diri sendiri, misalnya "Saya mampu mengerjakan tugas ini."

Berbagai studi ilmiah melaporkan berbagai manfaat meditasi, antara lain membuat otak lebih rileks, memulihkan keseimbangan saraf dan kesegaran tubuh, memperkuat daya tahan tubuh, melatih konsentrasi, dan sebagainya.