Jalan Panjang ke Saintifikasi

Selasa, 09 Februari 2010
Diposting oleh Inspirasi

Sudah sepuluh tahun Wagita (58) berjualan jamu gendong di samping sebuah kantor percetakan di kawasan Palmerah, Jakarta Pusat. Para pelanggannya yang kebanyakan para pekerja malam itu biasanya langsung menyebutkan keluhan mereka dan memasrahkan racikan kepada Wagita.

Seorang pemuda yang baru selesai sarapan tiba-tiba berteriak, ”Meriang, Bu!” Tanpa banyak tanya, Wagita langsung mengambil gelas menuangkan beras kencur dan godokan daun sirih. Selain Wagita yang meriang, ada juga yang memesan jamu untuk pegal linu, masuk angin, dan sakit mag.

Bagi masyarakat, jamu atau ramuan obat tradisional Indonesia sebetulnya bukan hal baru. Ramuan dari tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral itu secara turun-temurun digunakan untuk pengobatan berdasarkan pengalaman.

Wagita, misalnya, tidak tahu pasti kandungan dalam tanaman obat racikannya dan cara bekerjanya dalam tubuh. Tetapi, perempuan itu meyakini bahan alami itu berkhasiat dan sudah terbukti. Puluhan tahun dia minum jamu untuk enyahkan pegal linu.

Dia belajar membuat jamu saat usia 15 tahun dari perempuan Jawa di tempat kerjanya. Dia hanya diberitahu bahan dan cara membuatnya kemudian mencicipi. ”Semua dicatat dalam hati,” ujarnya. Dia mengajar lisan anaknya meracik jamu.

Pada skala lebih besar, tidak banyak industri obat herbal menempuh uji praklinik dan klinik. Baru 5 jenis fitofarmaka dan 12 jenis obat herbal terstandar.

Pada dasarnya, ada tiga jenis produk herbal, yaitu jamu tradisional, Obat Herbal Terstandar (ada standardisasi bahan baku), dan fitofarmaka (telah melalui uji praklinis dan uji klinik sama dengan obat konvensional).

Senior Manager Research and Development PT Mustika Ratu Devita Agus mengatakan, uji klinis butuh biaya miliaran rupiah. Di perusahaannya dikembangkan sekitar 200 tanaman obat untuk tindakan preventif dan promotif kesehatan. Kemasan disesuaikan seperti bentuk teh, kaplet, dan kapsul.

Terpinggirkan

Sekalipun telah lama hadir di tengah masyarakat, kenyataannya jamu masih berada di pinggiran sistem pelayanan kesehatan. Tidak seperti di China, Korea, Jepang, dan India, pengobatan di Tanah Air masih didominasi terapi konvensional. Di China telah ada terapi integratif (konvensional dan herbal).

Peneliti bidang Kimia Organik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Leonardus Broto Sugeng Kardono, mengatakan, sekalipun jamu sudah lama ada, inventarisasi, pendokumentasian, dan pengembangannya relatif lambat dibandingkan negara-negara lain. Pada masa lalu, pembuatan jamu diturunkan secara lisan. Padahal, potensi Indonesia sangat besar. Setidaknya ada 30.000 tanaman berpotensi obat. Sebanyak 3.000 di antaranya sudah tercatat dan sekitar 300 bahan sudah umum digunakan, contohnya kunyit, jahe, temulawak, pegagan, dan sambiloto.

Menurut Ketua Umum Ikatan Dokter Herbal Medik Indonesia Hardhi Pranata, para dokter terbentuk cara pandangnya dengan standar medis konvensional. Walaupun terapi preventif, promotif, rehabilitatif, kuratif, dan paliatif sebetulnya dapat dikembangkan, termasuk menggunakan jamu asal dengan standar ilmu pelayanan serta keamanan yang tinggi.

Jamu juga mempunyai potensi pasar cukup besar. Ketua Asosiasi Gabungan Pengusaha Jamu Indonesia sekaligus Presiden Direktur Jamu Nyonya Meneer, Charles Saerang mengatakan, penjualan obat herbal di Indonesia tahun 2010 ditargetkan Rp 10 triliun. Realisasi tahun 2009, yaitu sebesar Rp 8,5 triliun. Terdapat 240– 400 jenis jamu yang diedarkan di dalam negeri dan 80 jenis di antaranya juga diekspor ke Taiwan, Hongkong, dan Arab Saudi.

Saintifikasi jamu

Guna memasyarakatkan jamu tradisional, pemerintah berupaya menyaintifikasi jamu dengan melibatkan para dokter. ”Dokter menjadi ikon kesehatan yang dapat mengangkat harkat jamu dan penggunaannya,” ujarnya.

Program saintifikasi dicanangkan Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Rabu (6/1).

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan Agus Purwandianto mengatakan, saintifikasi itu memberikan landasan ilmiah penggunaan jamu secara empiris melalui penelitian berbasis pelayanan. Sejumlah dokter terlatih melakukan penelitian kualitatif terkait penggunaan jamu dalam cakupan upaya preventif, promotif, rehabilitatif, dan paliatif oleh pasien mereka.

Bahan herbal dipilih oleh Komisi Saintifikasi Jamu. Salah satu sumber ialah Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional di Tawangmangu. Balai itu mempunyai 100 formularium yang telah uji praklinik.

Di samping Perhimpunan Dokter Herbal Medik Indonesia telah berdiri Juni 2009 dan telah diakui oleh Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia. Perhimpunan itu juga menyiapkan kurikulum herbal bagi dokter yang tertarik masuk ke ranah itu dan diharapkan nantinya terbentuk klinik-klinik herbal.

Anggota Persatuan Dokter Herbal Medik Indonesia Cabang Jateng dr Lily Kresnowaty menuturkan, selain sebagai dokter konvensional, dokter ini nantinya juga memiliki keahlian menjadi dokter herbal.

Setelah dianggap kompeten, dokter tersebut dapat mengeluarkan resep jamu sesuai dengan pedoman yang dikeluarkan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan. ”Pedoman tersebut memuat jamu mana saja yang dapat digunakan untuk mendampingi obat konvensional,” katanya.

Saintifikasi jamu, kata Leonardus, menjadi penting di tengah pasar terbuka. Jangan sampai jamu Indonesia kalah pamor di tanahnya sendiri.

Negara Gudangnya Herbal Dunia

Senin, 08 Februari 2010
Diposting oleh Inspirasi
Badan kesehatan dunia (WHO) mendefinisikan obat tradisional sebagai obat asli di suatu negara yang digunakan secara turun-temurun di negara itu atau negara lain. Obat tradisional harus memenuhi kriteria antara lain sudah digunakan minimal tiga generasi dan telah terbukti aman dan bermanfaat.


Bahan utama dalam obat tradisional adalah herbal. Secara umum ada beberapa negara utama di dunia yang menjadi gudangnya herbal.

1. Cina
WHO mencatat, 30-50 persen konsumsi kesehatan masyarakat di negara ini dialokasikan untuk ramuan herbal. Sejak 5.000 tahun silam, nenek moyang bangsa Cina meramu obat untuk mengatasi beragam penyakit.

Catatan medis tertua ada dalam dua kitab kuno: Huang Di Nei Jing (Kitab Kaisar Kuning) dan Wai Tai Mi Yao (Resep Rahasia). Isinya cara menyembuhkan gangguan pencernaan, pernapasan, dan sistem reproduksi.

Kitab tua yang paling terkenal adalah Kompendium Materia Media, yang diterbitkan pada tahun 1590. Buku yang ditulis oleh Li Shizhen dan diteruskan oleh Zhan Xueim ini memuat 1.892 zat medis yang berguna dalam dunia pengobatan.

Dari kitab-kitab tua itulah Cina membangun peradaban herbalnya, yang sekarang sudah menyebar ke seluruh penjuru dunia. Perkembangan pengobatan tradisional di negara ini relatif maju karena pemerintahnya mendukung penuh.

2. India
Ayurveda atau ilmu tentang kehidupan adalah sistem holistik kuno untuk mendiagnosis serta mengobati, sudah ada sejak 1.000 SM di India. Ayurveda mungkin merupakan sistem kedokteran tertua yang dikenal manusia.

Ayurveda mementingkan konsep keseimbangan energi, kesatuan tubuh, pikiran, dan roh. Ada 8 cabang ayurveda, yakni kayacikitsa (penyakit dalam), salyacikitsa (anatomi dan bedah), salakyacikitsa (penyakit THT dan mata), kaumarabhryta (tulang), bhutavidya (healing), aganda tantra (toksikologi), rasayana (rejuvenasi), vajikarana (afrodisiak untuk laki-laki).

3. Korea
Pengobatan tradisional di negeri ginseng tidak bisa dilepaskan dari pengaruh Cina dan India. Sistem pengobatan tradisional di Korea dikenal dengan nama Korean Oriental Medicine (KOM) atau lebih populer dengan sebutan hangbang.

Walau mendapt pengaruh besar dari pengobatan Cina, tetapi hangbang mengembangkan teknik khusus yang bersifat khas. Teknik-teknik itu adalah aturan pengobatan sasang (sasang constitutional medicine), Saam Scupunture, Herbal Acupunture, dan Korean Hand Acupunture. Perkembangan KOM terlihat dari banyaknya sekolah lanjutan tinggi yang khusus mempelejarinya. Tak heran jika di Korea mudah dijumpai dokter dan apoteker khusus KOM.

4. Indonesia
Jika menyebut herbal, Indonesia adalah salah satu laboratorium tanaman obat terbesar di dunia. Sekitar 80 persen herbal dunia tumbuh di negeri ini. Indonesia memiliki sekitar 35 ribu jenis tumbuhan tingkat tinggi, 3.500 di antaranya dilaporkan sebagai tumbuhan obat.

Nenek moyang kita memanfaatkan flora kekayaan alam itu dengan cerdas. Dikenal istilah jamu untuk menyebut ramuan dari tanaman obat. Jamu berasal dari bahasa Jawa Kuno, jampi atau usodo. Artinya penyembuhan menggunakan ramuan, doa, dan ajian.

Pemanfaatan ramuan alam untuk tujuan kesehatan sudah ada sejak ratusan tahun silam. Tabib dan pengobat tradisional meracik aneka jenis tanaman menjadi penawar. penyakit. Bukti-bukti pemakaian jamu di masa lalu bisa dilihat dari tulisan-tulisan di daun lontar, prasasti, dan relief candi.

Menghipnosis Diri Sendiri, Mudah, Kok!

Sabtu, 06 Februari 2010
Diposting oleh Inspirasi
Hipnosis bisa Anda lakukan sendiri. Sebelumnya Anda harus memastikan rumusan program yang ingin Anda tanamkan dalam alam bawah sadar Anda.

Ada banyak program yang bisa dibuat, seperti "Aku makin hari makin sehat", "Hari demi hari rasa sakit yang kualami makin ringan", "Hasrat seksual saya makin kuat dan mudah mencapai orgasme," dan masih banyak lagi.

Untuk menghipnosis diri sendiri, coba lakukan tahapan berikut ini:

1. Rileksasi
Kendurkan seluruh otot yang tegang. Untuk mengetahui perbedaan bahwa otot mengendur, tegangkan otot-otot mulai dari telapak kaki sampai kepala selama beberapa detik lalu kendurkan. Kontrol napas dan kosongkan pikiran.

Hirup napas dalam-dalam secara perlahan, tahan beberapa saat, lalu embuskan perlahan. Tiap kali mengembuskan napas, bayangkan seolah membersihkan tekanan dari tubuh.

2. Pendalaman rileksasi
Pada tahap ini kita bisa sangat rileks sampai hampir seperti tidur meski tetap sadar dan terjaga. Tanda-tanda rileks bisa dirasa dari semua organ tubuh, mata, mulut, otot lengan, sampai kaki serta napas. Patokannya otak mulai santai.

Salah satu cara memperdalam rileksasi adalah dengan menghitung mundur dalam hati, misalnya mulai dari 100. Jangan menghitung maju karena justru membuat pikiran berjalan terus. Bila ada gambaran dan pikiran menyelinap saat menghitung, biarlah. Itu hal yang wajar. Teruslah menghitung.

Penghitungan dilakukan dengan kecepatan yang membuat kita nyaman dan rileks, kira-kira 2-3 detik setiap hitungan. Beberapa orang suka menghubungkan hitungan dengan napas mereka. Saat kondisi sudah lebih dalam, napas melambat sehingga hitungan juga melambat.

3. Begitu mencapai akhir pendalaman, masukkan rekaman-rekaman positif (program).
Hindari kata ganti orang kedua. Gunakan kata ganti saya. Sugesti harus spesifik, secara teknis benar dan ditanamkan secara teratur di bawah kondisi yang benar. Rumusan sugesti musti singkat.

Perlu eksperimen untuk menemukan metode paling efektif dalam menanamkan sugesti bagi diri sendiri. Ada yang bisa langsung merasakan hasilnya. Ada juga yang butuh waktu lama. Jika dalam waktu lama Anda merasa tak ada perubahan, perlu ada perubahan sugesti.

4. Begitu selesai memberi program, hipnosis selesai.
Anda harus memberi batasan yang jelas antara keadaan hipnotik dan sadar. Ini mencegah kita supaya tidak tertidur. Untuk mengakhiri hipnosis diri, pikirkan bahwa Anda akan bangun. Siap-siaplah untuk itu, misalnya dengan menghitung sampai tiga.

Hipnosis diri relatif mudah dipelajari dan dilakukan. Ini adalah bentuk keterampilan. Jadi, selain pengetahuan, diperlukan latihan terus-menerus untuk meningkatkan kemampuan.

7 Olahraga Terbaik untuk Langsing

Senin, 01 Februari 2010
Diposting oleh Inspirasi
Bukan hanya lari di treadmill selama 45 menit sehari atau berenang ratusan meter sehari untuk mendapatkan tubuh langsing. Juga bukan lari berkilo-kilometer sehari.

Latihan terbaik untuk mendapatkan tubuh langsing adalah:
- Sesuatu yang Anda sukai. Aktivitas yang disukai membuat Anda melakukannya terus-menerus.
- Sesuatu yang bisa Anda lakukan selama 30-60 menit sehari.
- Sesuatu yang dapat membuat Anda berkeringat.

Apa sajakah itu? Pilih salah satu yang Anda sukai.
1. Bermain golf 18 hole
Syaratnya: tanpa golf cart.

2. Bermain bersama anak
Luangkan waktu satu jam sehari untuk bermain bersama anak. Dijamin Anda akan menikmatinya. Manfaatnya, tak hanya Anda yang langsing, anak juga terhindar dari kegemukan. Ajak anak berenang, bermain kucing-kucingan, atau permainan apa saja yang dapat membuat mereka berkeringat.

3. Berkebun atau membersihkan rumah
Manfaat ganda bisa Anda peroleh. Rumah jadi indah dan tubuh Anda sehat. Jadi, sekali-sekali liburkan pembantu dan Anda yang mencuci, menyapu, serta menyeterika sendiri.

4. Naik sepeda
Butuh pergi ke minimarket dekat rumah? Jangan naik mobil, keluarkan saja sepeda. Jika lalu lintas di sekitar rumah tak terlalu ramah, naiklah sepeda statis di rumah sambil nonton televisi.

5. Jalan-jalan
Lakukan jalan-jalan di seputar rumah sebelum makan pagi. Ketika di kantor, jalan-jalanlah dulu selama 15 menit sebelum makan siang. Demikian juga ketika makan malam.

6. Menari
Ambil les menari Bali atau tarian yang dinamis. Bisa juga ambil les dansa.

7. Dengarkan musik favorit
Lakukan aktivitas olah tubuh sambil mendengarkan musik favorit. Ini akan membuat Anda betah melakukannya secara rutin.